You are my biggest dream
Semarang, 17 Januari 2013 “ No, you don’t understand– ” “ I do, actually. Kamulah yang tidak pernah tahu arti cinta sebenarnya.” “Aku tahu, kok! Berhentilah bersikap seakan kamu tahu semuanya! Ugghh.. kenapa kamu jadi menyebalkan seperti ini?!” teriakan putus asaku berhasil membuat perhatian orang – orang di dalam cafĂ© yang sedang kami singgahi tertuju pada kami. Lana hanya menggelengkan kepalanya. “Bukan aku yang menyebalkan. You’re just too stubborn . Aku berjanji akan sering mengirim e-mail , menelponmu lewat skype, atau sekedar chatting denganmu melalui facebook . Putus bukan berarti aku akan bersikap masa bodoh dan mengacuhkanmu. Bersikaplah dewasa, peri kecilku.” “ Stop calling me that! Aku bukan peri kecilmu dan aku sudah dewasa! Umurku saja sudah sembilan belas tahun, kenapa kamu masih memanggilku seperti itu?!” amarahku semakin memuncak. Ingin rasanya aku menangis karena amarah yang aku tahan daritadi sudah m...